Senin, 08 April 2013

Iman kepada Malaikat - Malaikat Allah



A.    Pengertian Iman kepada Malaikat
     Kata malaikat merupakan jamak dari kata malak yang bermakna risalah misi atau utusan. Jadi malaikat mempunyai arti yang sama dengan rasul, yaitu utusan Allah SWT. Sedangkan menurut istilah, Malaikat adalah makhluk Allah SWT yang ghaib, dibuat dari cahaya yang diberi tugas atau misi tertentu oleh Allah SWT serta selalu taat dan patuh melaksanakan tugas dan misiNya.
     Adapun yang dimaksud dengan iman kepada  malaikat adalah meyakini beberapa para malaikat sebagai hamba Allah SWT yang selalu tunduk dan beribadah kepadaNya. Hukum beriman kepada Malaikat adalah fardu ‘ain.
Banyak sekali dalil yang menerangkan kewajiban untuk beriman kepada malaikat Allah.
1.        QS. Al-Baqarah ayat 3:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنهُمْ يُنْفِقُوْنَ.
"Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksankan salat, dan menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka."
2.        QS. Al-Baqarah ayat 285:

وَالْمَؤْمَنُوْنَ كُلٌّ امَنَ بِاللهِ وَمَلئِكَتِه وَكُتُبِه.
"Demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikatNya, dan kitab-kitabNya."
3.        Hadis Nabi Muhammad saw:

عَنْ حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَانِ الْحِمْرِىُّ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اْلاِيْمَانُ أَنْ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمَنُ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. (رواه مسلم)
Dari Humaid Ibnu Abdurrahman Alhimri, Nabi saw bersabda: "Iman itu adalah engkau percaya kepada Allah SWT, malaikatNya kitab-kitabNya, hari kemudian, dan percaya kepada qadar yang baik dan yang buruk." (HR. Imam Muslim)

B.     Kedudukan Manusia dan Malaikat
1.      Kedudukan Manusia dalam Beriman kepada Malaikat
     Beriman kepada Malaikat sangat berbeda dengan beriman kepada Allah SWT. Apabila beriman kepada Allah SWT harus diwujudkan dalam bentuk pengabdian/peribadahan kepadaNya, maka beriman kepada malaikat tidaklah demikian. Perwujudan beriman kepada malaikat hanya sebatas meyakini bahwa Allah SWT menciptakan makhlukNya yang tebuat dari cahaya dan diberi tugas khusus untuk berhubungan dengan manusia. Beriman kepada malaikat tidak diwujudkan dalam bentuk beribadah kepadanya, karena malaikat dan manusia sama-sama makhluk Allah SWT.
     Beriman kepada malaikat juga meyakini bahwa para malaikat memegang tugas tertentu yang diberikan Allah SWT. Tugas-tugas yang diberikan Allah SWT kepadanya selalu dilaksanakan dengan baik. Malaikat juga dapat menjelma dalam bentuk yang dikehendakinya. Ia adalah makhluk halus (yang tidak bemateri) yang dapat mengubah dirinya. Maka manusia tidak biasa melihat malaikat, sedangkan malaikat dapat melihat manusia.
     Malaikat berkedudukan sebagai perantara antara Allah SWT dan manusia. Allah SWT memberikan tugas-tugasNya kepada para malaikat dalam hubungannya dengan manusia. Hal ini bukan berarti Allah SWT tidak kuasa melakukannya sendiri, tetapi justru sebaliknya. Sebab tidak mungkin manusia dapat berhubungan dengan Allah SWT secara langsung. Karenanya Dia memberikan tugas kepada malaikat.
2.      Perbedaan Manusia dan Malaikat
Ada beberapa perbedaan antara manusia dengan malaikat, antara lain sebagai berikut:
a.    Dari asal kejadian, manusia berasal dari tanah, malaikat berasal dari cahaya.
b.    Dari jenis kelamin, manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan. Sedangkan malaikat bukan laki-laki dan bukan pula perempuan.
c.    Sifat dan tabi'at, manusia ada yang taat dan pula yang durhaka kepada Allah SWT, ada yang kafir dan ada yang mukmin, terkandang berbuat baik dan terkadang berbuat jahat. Malaikat seluruhnya taat kepada Allah SWT dan tidak pernah maksiat kepadaNya.
d.    Proses penciptaan, manusia hidupnya berproses, yaitu lahir, berkembang, dan mati. Sedangkan malaikat langsung diciptakan oleh Allah SWT tidak melalui proses seperti manusia.
e.    Kebutuhan hidup, manusia membutuhkan makanan, minuman, berpasang-pasanganan (menikah), tidur dan lain-lain. Malaikat tidak makan, minum, menikah, tidak pernah tidur dan lain-lain.

C.    Tanda-tanda Internalisasi Sikap Iman kepada Malaikat
     Di antara tanda-tanda seorang yang beriman kepada malaikat dan contoh aplikasi dari kematian tersebut dalam perilaku keseharian adalah:
1.    Memiliki sikap lebih mengagungkan Allah SWT yang telah menciptakan dan menugaskan para malaikat sebagai makhluk yang senantiasa beribadah kepadaNya. Dengan demikian, uangkapan rasa puji dan syukurnya kepada Allah SWT bisa semakin meningkat.
2.    Semakin terdorong melakukan perbuatan-perbuatan positif dan selalu bersemangat untuk mencegah perbuatan-perbuatan munkar. Di samping itu, dia juga akan selalu waspada dan mawas diri agar tidak terjerumus ke dalam perbutan-perbuatan yang tidak diridhai Allah SWT.
3.    Merasa aman dan tentram hatinya serta optimis dalam hidupnya. Karena ia yakin ada malaikat yang mau menolong dan membantunya ketika dia senantiasa berbuat shaleh. Karena memang malaikat adalah sahabat para hamba Allah SWT yang shaleh.
4.    Lebih bersyukur kepada Allah SWT atas perhatian da perlindunganNya yang telah menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu dan mendoakan hambaNya.
5.    Lebih menyadarkan keterbatasan manusia mengenai pengetahuan yang bersifat immateri maupun pengetahuan metafisika. Dengan demikian, seseorang tidak akan merasa sombong dengan pengetahuan yang telah dia raih selama ini. Karena masih banyak hal yang tidak mampu dia kuasai, termasuk pengetahuan tentang makhluk Allah SWT yang bersifat immateri.

D.    Hikmah Beriman kepada Malaikat
     Konsekuensi beriman kepada malaikat dan menghayati fungsi-fungsi malaikat sebagai utusan Allah SWT adalah adanya beberapa hikmah yang terefleksi dalam kehidupannya antara lain sebagai berikut:
1.    Mendidik manusia agar patuh menjalankan perintahNya, menjauhi laranganNya dan takut kepada azab Allah SWT. Sikap manusia terawasi oleh fungsi malaikat.
2.    Memberikan banyak manfaat dalam kehidupan manusia di tengah-tengah masyarakat yang penuh dengan berbagai cobaan, ujian dan persoalan. Orang yang beriman kepada malaikat mengetahui sifat-sifat malaikat, yaitu yang senantiasa menolong, menjaga, optimis, semangat dan tidak putus asa.
3.    Mendorong manusia untuk melakukan hal yang terbaik dalam rangka meningkatkan ketakwaannya dengan tetap berbuat baik, mempelajari dan memahami isi Al-Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari.
4.    Menghayati fungsi malaikat akan menimbulkan sifat kasih sayang yang terwujudkan dalam kehidupannya, sehingga senantiasa berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan kepada sesama manusia, khususnya fakir miskin.
5.    Meyakini bahwa rezeki yang diperolehnya pada hakikatnya berasal dari Allah SWT dan mensyukuri segala apapun yang diperolehnya.
6.    Senantiasa berhati-hati dalam berbicara, hati-hati dalam bertindak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

E.     Nama-nama Malaikat dan Tugasnya
     Ada sepuluh malaikat yang wajib diketahui dan diimani. Nama-nama dan tuas-tugas malaikat adalah sebagai berikut:
1.    Malaikat Jibril, bertugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasulNya.
2.    Malaikat Mikail, bertugas menurunkan hujan dan membagi rizki kepada seluruh makhluk Allah SWT, khususnya manusia. Malaikat Mikail mendampingi malaikat Jibril pada saat membawa Nabi Muhammad saw dalam perjalanan Isra dan Mi'raj.
3.    Malaikat Izrail, bertugas mencabut nyawa semua makhluk, temasuk dirinya sendiri dan mempunyai nama lain Malaikat Maut.
4.    Malaikat Israfil, bertugas meniup sangkakala (tanda-tanda) datangnya hari kiamat dan menjelang mansia dibangkitkan.
5.    Malaikat Raqib, bertugas mencatat dan membukukan segala ucapan dan amal perbuatan baik manusia sekecil apapun.
6.    Malaikat Atid, bertugas mencatat dan membukukan segala ucapan dan amal perbuatan jahat manusia sekecil apapun.
7.    Malaikat Munkar, bersama malaikat Nakir bertugas di alam kubur atau alam barzah untuk mengadili dan menanyakan apa yang telah dilakukan atau diperbuat manusia semasa hidupnya di dunia.
8.    Malaikat Nakir, bersama malaikat Munkar bertugas di alam kubur atau alam barzah untuk mengadili dan menanyakan apa yang telah dilakukan atau diperbuat manusia semasa hidupnya di dunia.
9.    Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka tempat menerima azab balasan dari Allah SWT karena sewaktu di dunia dia tidak beriman dan bertakwa.
10.  Malaikat Ridawan, bertugas menjaga surga tempat menusia menerima imbalan dari amal pebuatan salehnya sewaktu di dunia.

F.     Penerapan Sikap dan Perilaku 
     Penerapan sikap dan perilaku yang mencerminkan iman kepada malaikat adalah sebagai berikut:
1.    Membiasakan dan senang sekali melakukan kegiatan amal saleh, disiplin dan patuh kepada ajaran Islam.
2.    Bekerja keras dan tidak khawatir, karena yakin akan perlindungan Allah melalui para malaikatNya.
3.    Waspada dan mawas diri karena merasakan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasinya.
4.    Jujur dan meyakini bahwa kelak akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya yang baik atau buruk yang dia lakukan.
5.    Gemar dalam melaksanakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berperilaku dermawan, dan menuntut ilmu.

G.  Hikmah Memahami Makna dari Iman kepada Malaikat
     Hikmah memahami makna dari iman kepada malaikat antara lain sebagai berikut:
1.    Dapat memperluas pengamatan dan kesadaran kita terhadap alam wujud yang tidak terjangkau oleh panca indra kita.
2.    Para malaikat senantiasa mengikuti kita secara bergiliran untuk menjaga kita. Hal ini membuat kita tidak perlu lagi mencari atau memohon kepada selain Allah SWT dan para malaikatNya.
3.    Senantiasa memiliki keteguhan nurani untuk tidak melakukan hal-hal yang mengakibatkan berdosa, seperti berbuat jahat atau hal – hal tidak baik lainnya.
4.    Selalu memberi pertolongan kepada sesama, khususnya fakir miskin. Malaikat akan menyampaikan ilham ke dalam hati manusia untuk berlaku baik/beramal saleh.
5.    Mengimani malaikat dengan seyakin-yakinnya dan menyimak, menghayati ayat-ayat Allah SWT di dalam Al-Qur’an yang berhubungan dengan informasi tentang malaikat. Ini kan berdampak positif kepada peningkatan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT.
6.    Mengimani malaikat dan memahami tugas-tugasnya sebagai utusan Allah SWT, memotivasi kita untuk selalu berupaya menjadi Rabbani, yakni yang selalu mengajarkan dan mempelajari kitabullah.
7.    Orang yang tidak beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT, berari tidak pula beriman kepada Allah SWT. Ia musuh yang kafir kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar